Manifesto Merawat Ingatan

– Catatan Tentang Waktu, Perjalanan, dan Berbagai Hal yang Tidak Ingin Saya Lupakan -

Sejauh Mungkin Random From Virtual DJ.

Beberapa waktu lalu, saya ingin mendengarkan sebuah lagu di SoundCloud. Sudah lama sekali saya tidak membuka platform tersebut. Bahkan, saya tidak yakin akun saya masih ada.

Ketika tombol putar saya tekan, muncul permintaan untuk masuk terlebih dahulu. Karena penasaran, saya mencoba beberapa alamat email yang masih saya ingat. Tidak terlalu berharap banyak, sejujurnya. Sudah terlalu lama sejak terakhir kali saya menggunakannya.

Ternyata saya masih memiliki akun.

Setelah berhasil masuk, perhatian saya justru tidak lagi tertuju pada lagu yang awalnya ingin saya dengarkan. Mata saya berhenti pada profil yang muncul di layar. Profil lama dengan nama saya sendiri. Profil yang rupanya sudah ada sejak lebih dari satu dekade lalu.

Saya mulai melihat-lihat isi akun tersebut. Tidak banyak yang tersisa. Namun, ada satu unggahan yang langsung menarik perhatian saya. Sebuah track berjudul Sejauh Mungkin Random From Virtual DJ. Diunggah dua belas tahun yang lalu.

Melihat angka itu membuat saya diam beberapa saat. Bukan karena lagunya. Bukan pula karena unggahan tersebut memiliki arti khusus yang selama ini saya simpan. Justru sebaliknya, saya hampir tidak mengingat apa pun tentang proses pembuatannya.

Saya tidak ingat malam ketika track itu dibuat. Saya tidak ingat sedang mendengarkan lagu apa saja saat itu. Saya juga tidak ingat mengapa akhirnya memutuskan untuk mengunggahnya. Yang saya tahu, dua belas tahun lalu saya pernah duduk di depan komputer, memainkan Virtual DJ, lalu mengunggah hasilnya ke internet.

Sesederhana itu.

Mungkin saat itu saya menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa saja. Bahkan judulnya pun menggunakan kata random. Tidak ada kesan bahwa unggahan tersebut dibuat untuk dikenang. Tidak ada tanda-tanda bahwa suatu hari saya akan kembali menemukannya.

Namun, justru hal-hal seperti itulah yang kadang bertahan paling lama.

Selama ini saya sering berpikir bahwa waktu menghapus banyak hal. Nyatanya tidak selalu demikian. Beberapa hal memang hilang. Beberapa hal terlupakan. Namun, ada juga yang tetap tinggal di tempatnya, menunggu ditemukan kembali ketika kita bahkan tidak sedang mencarinya.

Malam itu saya tidak sedang mencari kenangan. Saya hanya ingin mendengarkan sebuah lagu. Akan tetapi, yang saya temukan justru sesuatu yang lain. Sebuah jejak kecil dari diri saya yang pernah ada dua belas tahun lalu.

Saya tidak merasa ingin kembali ke masa itu. Saya juga tidak merasa kehilangan sesuatu yang harus ditemukan lagi. Rasanya lebih seperti bertemu dengan sebuah penanda yang mengingatkan bahwa perjalanan ini ternyata sudah berjalan cukup jauh.

Karena terkadang, kita baru menyadari panjangnya perjalanan setelah tanpa sengaja menemukan sesuatu yang pernah kita tinggalkan di belakang.

Dan saat itu, sesuatu yang saya temukan adalah sebuah track lama di SoundCloud. Sebuah unggahan yang dulu saya anggap biasa saja. Sebuah file yang mungkin tidak pernah saya pikirkan lagi selama bertahun-tahun.

Namun, melihatnya kembali membuat jarak dua belas tahun itu terasa begitu nyata.


Jakarta, 20 Juni 2026

0 Comments