Tulisan terakhir saya adalah Catatan Akhir Tahun 2025, yang ditulis di penghujung Desember lalu. Setelah itu, hari-hari berjalan dengan ritme yang lebih padat. Pekerjaan datang bergantian, satu selesai disusul yang lain.
Dan ketika ada waktu luang, biasanya tidak benar-benar digunakan untuk menulis. Beberapa bulan terakhir justru lebih sering dihabiskan untuk bermain FC. Game yang kembali saya mainkan setelah terakhir kali saya berhenti di FC 21.
Sebenarnya ada satu buku yang masih menggantung. Belum sempat juga untuk diselesaikan. Padahal rencananya ingin diselesaikan di awal tahun ini. Buku yang sudah mulai saya tulis sejak dua tahun lalu.
Bukan karena tidak tahu harus menulis apa. Lebih karena memilih mengisi waktu dengan hal lain. Mungkin memang seperti itu. Tidak semua hal harus selalu dipaksakan untuk terus berjalan.
Tulisan ini menjadi yang pertama di tahun ini.
Tahun ini akan menjadi kedua kalinya saya tidak pulang. Dua Lebaran berturut-turut dilewati bukan dari kampung halaman. Meskipun saya sempat pulang pada Oktober tahun lalu selama satu minggu. Duduk di rumah, makan bersama, melihat kembali sudut-sudut yang sudah lama saya kenal. Tetapi pulang di bulan Oktober itu tidak terasa sama dengan pulang saat suasana Lebaran.
Lebaran selalu membawa suasana yang berbeda. Rumah biasanya lebih hidup. Orang datang dan pergi. Meja makan lebih ramai dari hari-hari biasa. Hal-hal yang sebenarnya sederhana, tetapi hampir selalu berulang setiap tahun. Ketika tidak pulang, yang terasa bukan hanya jaraknya. Ada semacam jeda dari semua kebiasaan itu.
Lebaran tahun untuk pertama kalinya, ini saya akan ke Jawa Tengah. Ke kampung halaman keluarga istri. Sebenarnya rencana ini seharusnya dilakukan pada tahun lalu. Lebaran tahun lalu memang seharusnya dijalani di sana, dan itu juga alasan saya tidak pulang waktu itu. Hanya saja rencana itu baru benar-benar dijalani sekarang.
Perjalanan kali ini dimulai dengan penerbangan ke Semarang. Dari sana kami melanjutkan perjalanan dengan mobil sewaan menuju tujuan akhir di Jawa Tengah, sekitar 80 kilometer dari kota.
Perjalanan dengan anak kecil selalu sedikit berbeda. Jadwal sering berubah, kadang harus berhenti lebih lama dari yang direncanakan, dan sering kali perjalanan terasa lebih panjang dari jaraknya. Tetapi perjalanan bersama keluarga memang biasanya berjalan seperti itu. Ada percakapan kecil yang tidak selalu penting. Ada jeda-jeda yang tidak direncanakan.
Setelah beberapa hari di Jawa Tengah, kami berencana melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Ini akan menjadi kali kedua saya ke sana bersama istri dan anak. Yang pertama pada tahun 2024 lalu, waktu menghadiri pernikahan sepupu.
Tahun lalu, hari kedua lebaran saya dan keluarga pergi ke Malang. Tahun ini arahnya berbeda.
Perjalanan seperti ini selalu menyenangkan dengan caranya sendiri. Melihat tempat yang berbeda, berjalan tanpa rencana yang terlalu pasti, dan berhenti di tempat-tempat yang tidak selalu direncanakan sejak awal.
Tetapi tetap saja, menjelang Lebaran, ada satu hal yang selalu muncul. Keinginan untuk pulang ke kampung halaman. Perasaan itu tidak banyak berubah. Mungkin hanya terasa lebih tenang.
Bulan depan saya akan genap berusia 32 tahun. Angka yang dulu terasa jauh, sekarang datang tanpa terasa. Tidak ada perubahan yang benar-benar besar. Hanya ada pergeseran kecil yang terjadi pelan-pelan.
Cara melihat banyak hal mulai berbeda. Tidak selalu lebih baik, hanya lebih tenang. Beberapa hal yang dulu terasa penting, sekarang tidak lagi terlalu dipikirkan. Sebaliknya, hal-hal sederhana justru mulai terasa lebih berarti.
Waktu juga terasa berjalan dengan cara yang berbeda. Tidak lagi terburu-buru, tapi juga tidak bisa benar-benar diperlambat. Ada hal-hal yang datang dan pergi tanpa banyak disadari, sampai suatu titik kita baru menyadari bahwa semuanya sudah berubah.
Anak saya juga akan berusia 4 tahun. Umur yang rasanya baru kemarin dimulai, tapi sekarang sudah sampai di titik ini. Melihatnya tumbuh pelan-pelan, sering kali jadi pengingat bahwa waktu memang tidak pernah benar-benar berhenti.
Mungkin memang seperti itu. Tidak ada momen yang benar-benar terasa sebagai titik balik. Hanya kumpulan perubahan kecil yang akhirnya membentuk arah.
Beberapa tahun lalu, perjalanan mungkin hanya tentang pergi. Sekarang perjalanan juga berarti membawa keluarga kecil ikut di dalamnya.
Lebaran tahun ini akan dilewati di tempat yang berbeda, bukan di rumah tempat saya tumbuh.
"Pulang bukan selalu soal jarak, hanya soal waktu yang belum tepat"
Jakarta, 19 Maret 2026
Aspi Yuwanda
